Construction Class #3 : Profil Baja untuk Konstruksi

Dalam perkembangan dunia konstruksi , kita tahu bahwa profil baja merupakan salah satu kebutuhan utama saat ini. Kelebihan struktur baja dibanding beton yaitu waktu instalasi yang jauh lebih cepat kecuali dengan menggunakan beton Holcim Speedcrete. Berikut ini merupakan jenis-jenis profil baja yang lazim dalam dunia konstruksi

  1. Wide Flange/H-Beam/Profil H/I

images

Kegunaan : balok, kolom, tiang pancang, top & bottom chord member pada truss, composite beam atau column, kantilever kanopi, dll.

2. UNP/Profil U/Kanal U

unp

Penggunaan UNP hampir sama seperti profil H. Namun harus diperhatikan jika ingin menggunakan UNP sebagai kolom karena rentan terkena bending/tekuk.

3. Profil L

profilProfil L Equal Angle

ejad_2_aluminium-l-profil-ungleichseitigProfil L Unequal Angle

Kegunaan dari profil L adalah member pada truss, bracing, balok, dan struktur ringan lainnya.

4. HS (Hollow Section)/Profil Kotak

rhsRectangular Hollow Section

SHS-Squares Square Hollow Section

Pengunaan : komponen rangka arsitektural (ceiling, partisi gipsum, dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural.

5.Hollow Pipe/Steel Tube

hard_chrome_plated_hollow_pipe_clip_image002_0002

Penggunaan : bracing (horizontal dan vertikal), secondary beam (, kolom arsitektural, support komponen arsitektural

6. T-Bem/Balok T

t-beam-b1

Pengunaan : balok lantai, balok kantilever

Construction Class #2 : As Built Drawing

AS-Built-drawing-e1333555648821

As built Drawing itu adalah gambar realisasi suatu pekerjaan yg telah dilaksanakan jadi apa yg telah dilaksanakan, baik itu pemasangan, Peletakan , bentuk , itu harus dijabarkan dalam gambar sesuai yg telah kita laksanakan.

Teradapat beberapa referensi mengenai As built Drawing, yaitu :

  • Gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.(www.bppk.depkeu.go.id)
  • Gambar aktual pelaksanaan setelah proses pekerjaan lapangan selesai dilaksanakan. (www.bppk.depkeu.go.id)
  • The final set of drawings produced at the completion of a construction project(www.wisegeek.com)
  • Revised set of drawing submitted by a contractor upon completion of a project or a particular job. They reflect all changes made in the specifications and working drawings during the construction process, and show the exact dimensions, geometry, and location of all elements of the work completed under the contract. Also called record drawings or just as-builts. (www.businessdictionary.com)
  • It is common for the client to require that as-built drawings are prepared, either during the construction process or when construction is complete, to reflect what has actually been built. The contractor will generally mark up changes to the ‘final construction issue’ drawings on-site using red ink, and these can then be used by the consultant team to create record drawings showing the completed project. This information may be supplemented by as-built surveys. (www.designingbuildings.co.uk)

Dari beberapa referensi di atas, definisi As Built Drawing adalah cukup sederhana, yaitu gambar yang dibuat sesuai kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan yang terjadi (spesifikasi dan gambar) selama proses konstruksi yang menunjukkan dimensi, geometri, dan lokasi yang aktual atas semua elemen proyek. Tujuan gambar ini adalah sebagai pedoman pengoperasian bangunan yang dibuat dari shop drawing dimana telah mengadopsi perubahan yang dilakukan pada saat konstruksi dimana perubahan tersebut ditandai secara khusus. As Built Drawing dibuat oleh kontraktor dengan persetujuan Penyedia Jasa / Owner melalui proses cek oleh konsultan pengawas.

Dengan tujuan pedoman pengoperasian, tentu saja As Built Drawing tidak perlu sedetil shop drawing yang tujuannya adalah untuk dasar membangun yang dituntut harus detil. spek penting yang harus diperhatikan adalah tujuan komunikasi kedua gambar tersebut. Shop Drawing bertujuan untuk informasi lengkap bagaimana membangun, sedangkan As Built Drawing bertujuan untuk informasi pedoman pengoperasian. Contoh pada gambar penulangan balok, kadang diperlukan detil penyaluran tulangan atau pembengkokan tulangan pada semua balok. Tapi gambar ini cukup diganti dengan standart drawing. Tingkat detil kedua gambar, ditentukan dari tujuan informasi atas fungsi kedua gambar tersebut.

Namun demikian, selalu ada saja yang keliru dalam mempersepsikan gambar ini. Beberapa kasus nyata berdasarkan pengalaman disebutkan di bawah ini:

  • As Built Drawing menjadi bagian item progress pekerjaan dengan bobot tertentu. Kasus ini kadang terjadi. Jelas merupakan hal yang keliru karena As Built Drawing dikerjakan ketika pekerjaan telah selesai. Jika dianggap bagian dari pekerjaan, maka progress akan sulit mencapai 100%. Membuat As Built Drawing sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Akibatnya proses mencapai progress 100% akan molor cukup jauh.
  • As Built Drawing hanya disetujui jika seluruh dokumen konstruksi telah lengkap. Kasus ini terjadi karena mencampur adukkan antara proses konstruksi dan pasca konstruksi. Adalah benar bahwa dalam pelaksanaan konstruksi harus disertai dengan kelengkapan dokumen pendukung. Tapi hal ini bukan menjadi syarat approval As Built Drawing karena gambar ini hanyalah record hasil pekerjaan.
  • Gambar pabrik seperti pompa, mesin, panel diminta As Built Drawing-nya. Barang yang dibeli jadi (bukan dibuat) bentuknya bukan detil shop drawing atau As Built Drawing, melainkan katalog / manual book yang telah disediakan oleh pabrik. Kesalahan persepsi dimana semua harus dibuat As Built Drawing terjadi akibat kekeliruan memahami makna komunikasi dokumen proyek. Adanya manual book yang dikeluarkan oleh pabrik tentu lebih rinci sedemikian tidak perlu digambar ulang. Dengan adanya manual book pada elemen proyek seperti itu, maka penggambaran pada As Built Drawing dapat disederhanakan dengan bentuk simbol alat yang telah baku dan tidak perlu didetilkan.

Construction Class #1 : Shop Drawing

shop_drawing_3

Gambar Shop Drawing adalah gambar yang dibuat oleh Kontraktor yang disetujui oleh Konsultan Pengawas yang menjadi dasar dalam pelaksanaan pekerjaan. Shop drawing memegang peranan yang penting dalam terlaksananya pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan. Gambar ini menjadi media komunikasi antara perencanaan dan pelaksanaan yang vital sehingga harus diperhatikan dalam pembuatannya.Gambar Shop Drawing juga merupakan gambar detail dan menyeluruh dari bangunan yang akan dibangun (gambar panduan pelaksanaan)  dengan tujuan bangunan yang akan dibangun akan sama/sesuai dengan maksud daripada perencana/disainer.

Gambar Shop Drawing dibuat/diserahkan pada awal/sebelum proyek dilaksanakan dan biasanya juga dapat dipakai sebagai dokumen lelang/tender.

Sebagai media komunikasi, shop drawing haruslah memperhatikan obyek penggunanya. Di lapangan, gambar ini digunakan oleh Pelaksana atau Supervisi, Mandor, dan juga Pekerja. Oleh karena itu gambar ini tak pelak harus memiliki tingkat kejelasan yang tinggi sedemikian pengguna tinggal pakai dan tidak perlu lagi membuat persepsi atau asumsi-asumsi yang bisa berakibat kesalahan pelaksanaan.

Membuat shop drawing haruslah memperhatikan obyek pengguna yang terdiri atas Pelaksana / Supervisi, Mandor, dan Pekerja. Harus diketahui tingkkat kemampuan dan pemahaman mereka dalam membaca dan mempersepsikan gambar shop drawing. Pelaksana mungkin cukup mampu untuk membaca gambar tersebut, tapi bagaimana dengan Mandor dan Para Pekerja? Tentu masih di bawah kemampuan Pelaksana / Supervisi. Memahami kemampuan pengguna akan membuat gambar shop drawing tidak menyulitkan mereka dalam memahami dan tidak membuang waktu atas diskusi gambar serta mengindari terjadinya kesalahan pelaksanaan akibat kesalahan persepsi. Dengan memahami kemampuan pengguna, shop drawing akan menjadi media komunikasi yang efektif.

Jenis Gambar shop drawing

Berdasarkan bidang pekerjaan yang ada pada proyek konstruksi maka kita dapat mngelompokan gambar shopdrawing sebagai berikut:

  1. Shop drawing struktur berupa gambar struktur bangunan seperti kolom, balok dan plat lantai.
  2. Shop drawing arsitektur berupa gambar finishing bangunan seperti denah pasangan dinding, denah pasangan keramik, detail toilet dan kamar mandi.
  3. Shop drawing AC Air conditioner
  4. Shop drawing Instalasi pemadam kebakaran atau fire fighting.
  5. Shop drawing instalasi lift dan escalator
  6. Shop drawing mekanikal
  7. Shop drawing elektrikal dan elektronik seperti gambar penempatan instalasi tata suara pada gedung bertingkat tinggi.
  8. Shop drawing instalasi listrik dan titik lampu.
  9. Shop drawing plumbing atau instalasi pemipaan air bersih dan air kotor.

Gambar shopdrawing yang baik

Kriteria baik sebuah gambar secara umum adalah mudah dipahami dan dapat dijadikan sebagai pedoman di lapangan dalam pelaksanaan pembangunan, kriteria tersebut diantaranya adalah

  1. Kop pada sisi bagian kanan berisi judul gambar, perusahaan, nama proyek, nomor gambar dan halaman.
  2. Mempunyai bentuk dan ukuran setiap bagian konstruksi dengan jelas
  3. Menggunakan skala gambar sehingga pada bagian konstruksi yang belum mempunyai penjelasan ukuran dapat dihitung menggunakan skala.
  4. Gambar sesuai dengan kondisi lapangan dan dapat diaplikasikan dengan tepat dilapangan.
  5. Mempunyai keterangan gambar seperti elevasi, jenis material dan penjelasan lainya.
  6. Jelas dan tidak ada garis yang hilang atau rusak, hal ini dapat terjadi pada kelalaian dalam menggambar atau rusak setelah dilakukan penggandaan seperti pembuatan foto copy gambar.

beberapa referensi tentang shop drawing:

  • Shopdrawing adalah gambar dan data-data yang disiapkan oleh kontraktor yang menjelaskan detail karakteristik bangunan atau menunjukkan bagaimana spesifikasi dari elemen struktural yang akan dibangun. Gambar ini merupakan implementasi dan bukannya mengganti gambar kontrak. Di dalam dokumen kontrak terdapat keterangan yang cukup jelas untuk shop drawing. (Nunally, 1998).
  • Shop drawing bukan hanya merupakan kumpulan dari garis, simbol dan angka yang terletak pada sebuah kertas melainkan shop drawing merupakan gambar yang mempunyai makna yang dapat dipelajari. Shop drawing digunakan untuk menunjukkan ukuran dan bentuk dari sebuah bangunan. Dengan membaca shop drawing, pelaksanan di lapangan dapat mengerti dengan cepat apa yang telah direncanakan oleh konsultan (Lincoln, 1973).
  • Shop drawing merupakan gambar yang diberikan kontraktor kepada pihak konsultan struktur / arsitektur. Shop drawing biasanya berisi tentang detail dari pembuatan komponen proyek konstruksi. Shop drawing juga digunakan pada proses instalasi untuk mempermudah proses pemasangan, untuk melihat bentuk bangunan, serta untuk memperkirakan perhitungan material dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan. (wayne, 2006).
  • Shop drawing menghubungkan antara gambar dan konstruksi. Apabila terjadi keterlambatan dalam mengolah shop drawing atau kesalahan dalam pembuatan gambar pada shop drawing akan menjadi sumber masalah. Berbagai keterlambatan dalam pembuatan shop drawing maka akan berdampak pada jadwal dari kontraktor yang nantinya akan menyebabkan adanya pengeluaran tambahan (Wayne, 2006).

About P&ID

Piping dan Instrumentation Diagram (P&ID) merupakan skema dari ,jalur pipa, equipment, instrumentasi, control system,dari suatu sistem proses yang terdapat di Oil RefineryChemical Plant, Paper Mill, Cement Plant, dll. Simbol-simbol yang terdapat dalam P&ID mewakili peralatan seperti actuator, sensor-sensor dan kontroler. P&ID menjelaskan secara detail mengenai flow process (Diagram Alir), terkecuali parameter-parameter seperti temperatur, tekanan, dan besarnya arus tidak dapat dijelaskan dalam P&ID.

       Alat-alat process seperti valve (katup), instrument,dan Saluran pipa diidentifikasikan dengan kode. Kode-kode tersebut berdasarkan ukuran, jenis cairan yang dialirkan, jenis sambungan pipa (Seperti dengan menggunakan Boltatau Flang), dan keadaan Status  Valve (Normally Close atau Normally Open).

pid

Gambar 2.1. Diagram P&ID pada suatu Process System

P&ID dapat digambarkan dengan tangan (gambar biasa diatas kertas) atau dengan menggunakan komputer. Software dalam membuat P&ID untuk PC atau Mac, antara lain dapat menggunakan Microsoft Visio (PC), Omni Grafle (Mac), atau menggunakan software yang didesain untuk P&ID yaitu Cadworx P&ID dari COADE

Beberapa software P&ID ini tidak menunjukan ukuran aktual dan posisi dari peralatan-peralatan seperti sensor, valve, dan equipment, akan tetapi untuk menampilkan sebuah diagram hubungan dari suatu sistem process yang disimpan sebagai data elektronik dan dapat dilihat di PC. Software Cadworx P&ID dapat menyimpan Database dan menghasilkanReport equipment table list dari komponen-komponen / instrument yang terdapat dalam P&ID suatu process. Pada bagian berikutnya dari artikel ini kita akan membuat suatu P&ID dengan menggunakan software Cadworx P&ID

cadcad

Gambar 2.2 Representasi dari Line Process pada P&ID

Line Symbol

            Line Symbol digunakan untuk menggambarkan hubungan antara unit-unit yang berbeda dalam sistem yang dikontrol.  Tabel berikut di bawah ini merupakan Line Simbol yang pada umumnya sering digunakan

line

Dari table diatas, Piping line merupakan proses utama dimana pipa mengalirkan bahan kimia yang diidentifikasikan dengan menggunakan kode. Simbol line lainnya menjelaskan bagaimanasystem terhubung antara satu proses dengan proses lainnya,serta signal yang digunakan dalam sistem instrumentasi, seperti electrical signal,pneumatic signal,data, dll.

code

Gambar 2.3. Beberapa Kode dalam P&ID

Kode-kode yang terdapat pada Piping Line menunjukan  Diameter Pipa, Fluid Service, material, dan isolasi. Diameter pipa dalam Inch. Fluid service memberi keterangan jenis fluida yang dialirkan.  Material memberikan informasi mengenai bahan pembuat pipa.  Sebagai contoh CS untuk Carbon Steel atau stainless steel SS.

Pengunaan kode-kode pada Process Line sebagai contoh gambar 1, pada aliran pipa  no 39 menunjukan  pipa dengan diameter 4 Inch, dengan Fluid Service mengalirkan bahan kimia ‘N’, berbahan material CS (Carbon Steel) , dan tanpa insulasi (“No Insulation”)

v1

Gambar2. 4. Simbol untuk Valves

v2

Gambar 2.5. Simbol untuk Valves Actuator

fitting

Gambar 2.6. Simbol untuk Fitting dan Representasi

process

Gambar 2.7. Simbol untuk Equipment Process Plant-1

p2

Gambar 2.8. Simbol untuk Equipment Process Plan-2

Instrumentation Symbol

Kode-kode Instrumentasi yang tertera di P&ID adalah sebagai berikut,  huruf pertama mengidentifikasikan parameter yang dikontrol, huruf selanjutnya mengidentifikasikan tipe perangkat control

ex

Berdasarkan contoh diagram P&ID di atas, FT101, huruf pertama F mempunyai arti kode (berdasarkan kode ISA) yaitu Flow. Huruf kedua T mempunyai arti Transmitter,kode FT101 dapat diartikan sebagai Flow Transmitter,Lingkaran menunjukan FT101 terpasang (mounted)di Field Area, yang dihubungkan oleh electric signal (Garis putus-putus). Pada FIC101, berarti (Flow Indicator Controller), simbol berupa kotak dan lingkaran menunjukan FIC101, terletak diShared Control / Shared Displays dan dapat diakses oleh operator.

CADWORX  P&ID

     Software CADWorx P & ID,  merupakan software yang khusus dirancang untuk keperluan pembuatan  Proses Instrumentasi Diagram (P & ID). Sebagai program berbasis AutoCAD,Software ini menggunakan teknologi terbaru dari Autodesk  berupa objek  (ObjectARX).  Menudan tools pada software ini  memudahkan dalam mengambarkan P&ID secara sistematis, sistem editing yang lebih efektif,  membuat proses perancangan lebih cepat dengan tetap mempertahankan konsistensi, dan keakuratan data.

CADWorx P & ID support dengan program AutoCAD 2005 – 2008, dan semua produk Autodesk, meliputi produk Autodesk Mechanical Desktop (MDT)Arsitektur Desktop (ADT), Map 3D dan Land Desktop (LDD)

cad2

Gambar 2.10. P&ID menggunakan Cadworx

Macam-macam Refrigerant

Macam-Macam Refrigerant

       Refrigeran merupakan bahan pendingin atau fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui perubahan fase dari cair ke gas (evaporasi) dan membuang panas melalui perubahan fase dari gas ke cair (kondensasi), sehingga refrigeran dapat dikatakan sebagai pemindah panas dalam sistem pendingin. Adapun pengertian lainnya adalah Refrigerasi atau pendinginan merupakan proses pengambilan atau pengeluaran kalor dari suatu materi atau ruangan dan mempertahankan keadaannya sedemikian rupa sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada lingkungan sekitarnya. Pada prinsipnya refrigerasi adalah terapan dari mata kuliah Perpindahan Panas dan Thermodinamika, dimana kalor akan mengalir atau berpindah dari suatu keadaan yang mempunyai temperatur tinggi ke suatu keadaan yang bertemperatur rendah.

Berikut ini adalah macam-macam dari refrigeran :

  1. Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC)

HFC merupakan refrigeran baru sebagai alternatif untuk menggantikan posisi freon. Hal ini disebabkan karena refrigeran freon mengandung zat chlor (Cl) yang dapat merusak lapisan ozon. Sedangkan HFC terdiri dari atom-atom hidrogen, fluorine dan karbon tanpa adanya zat chlor (Cl).
Macam-macam HFC dan pemakaiannya :

  • HFC 125 (CHF2CF3)

Sebagai pengganti freon–115 / R115 untuk pendingin air.

  • HFC 134a (CH3CH2F)

Merupakan alternatif pengganti freon-12 / R-12. tidak mudah meledak dan tingkat kandungan racun rendah, digunakan untuk pengkondisian udara, lemari es dan pendingin air.

  • HFC 152a (CH3CHF2)

Sebagai pengganti freon-12 / R-12 digunakan untuk penyegaran udara, pendingin air.

  1. Freon atau Cloro Fluoro Carbon (CFC)

Freon merupakan refrigeran yang paling banyak digunakan dalam sistem pendingin. Bahan dasarnya ethane dan methane yang berisi fluor dan chlor dalam komposisinya. Karena mengandung unsur chlor refrigeran jenis ini mempunyai dampak penipisan ozon dimana akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu, juga berdampak negatif terhadap iklim, yaitu meningkatkan suhu rata-rata dan perubahan iklim global serta pencemaran udara.
Spesifikasi freon yang biasa digunakan dalam pendinginan :
Nama –Rumus- Kimia- Titik Didih (˚C)

  • Freon – 11 CCl3F 23,8 (˚C)
  • Freon – 12 CCl3F2 – 29,8 (˚C)
  • Freon – 13 CClF3 – 81,4 (˚C)
  • Freon – 21 CHCL2F 8,9 (˚C)
  • Freon – 22 CHClF2 – 40,8 (˚C)
  1. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC)

Terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Refrigeran ini mengandung jumlah minimal klorin, yg tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran lain.

  1. Carbon Dioksida (CO2)

Senyawa ini tidak berwarna, tidak berbau dan lebih berat dari udara. Titik didihnya -78,5˚C, berat jenisnya 1,56 dan hanya dapat beroperasi pada tekanan tinggi sehingga pemakaiannya terbatas dan biasanya dipakai pada proses refrigerasi dengan tekanan per ton yang besar.

  1. Azetropes

Merupakan campuran dari beberapa refrigeran yang mempunyai sifat berbeda. Jenis yang banyak dipakai :

  • Correne-7
    Yang terdiri dari campuran 73,8 % freon-12 dan 26,2% genetron 100.
  • Refrigeran-502
    Merupakan campuran dari 98,8 % freon-12 dan 51,2 % freon-115
  1. Methil Clorida (CH3Cl)

Berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau merangsang. Titik didihnya – 23,7 0F.

  1. Uap Air

Refrigeran ini paling murah dan paling aman. Pemakaiannya terbatas untuk pendingin suhu tinggi karena mempunyai titik beku yang tinggi, yaitu 0˚C. pemakaian utamanya untuk comfort air cionditioning dan water cooling.

  1. Hidrocarbon

Dipakai pada industri karena harganya murah. Jenisnya butana, iso butana, propana, propylana, etana dan etylana. Semuanya mudah terbakar dan meledak.
Berikut ini macam-macam nama kimia dari hidrokarbon :

Ketentuan penomoran+ Nama kimia Rumus kimia

  • 50 Metana CH4
  • 170 Etana C2H6
  • 290 Propana C3H8
  1. Amonia (NH3)

Amonia ini digunakan secara luas pada mesin refrigerasi industri atau refrigerasi kapasitas besar. Titik didihnya kurang lebih – 33˚C. zat ini mempunyai karakteristik bau meskipun pada konsentrasi kecil di udara. Tidak dapat terbakar, tetapi meledak jika bereaksi dengan udara dengan prosentase 13,28 %. Oleh karena itu efek korosi amonia, tembaga atau campuran tembaga tidak boleh digunakan pada mesin dengan refrigeran ammonia

10. Larutan Garam (brine)

Larutan garam (brine) juga digunakan untuk refrigeran misalnya untuk pendinginan lokasi lapangan es (ice skating rinks).

 

Heat Treatment Logam

77

Heat Treatment adalah  operasi pemanasan dan pendinginan terhadap logam dan paduannya pada kondisi padat sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh sifat-sifat logam yang diinginkan. Prinsip heat treatment yaitu pemanasan pada T tertentu dan dipertahankan selama waktu tertentu, dan akhirnya didinginkan pada media tertentu. Sedangkan untuk faktor heat treatment adalah Suhu (T) pemanasan, Lama waktu yang diperlukan pada suhu pemanasan, Laju pendinginan, Media pendingin.

Picture2

Jenis-Jenis Perlakuan Panas :

1. Full Anealing

Prinsip: Austenisasi dari baja diikuti dengan pendinginan yang lambat di dalam tungku

Tujuan:

  • Mengurangi tegangan internal yang terjadi akibat proses pembekuan, pemotongan, penempaan, pengerolan atau pengelasan
  • Meningkatkan keuletan dan ketangguhan
  • Meningkatkan mampu mesin
  • Mengurangi ketidakhomogenan komposisi kimia
  • Menghaluskan ukuran butir

BAJA HIPOEUTEKTOID

Baja dipanaskan pada temperatur austenisasi yaitu sekitar 50ºC di atas garis A3 dan mendiamkannya pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu, kemudian diikuti pendinginan yang sangat lambat di dalam tungku

BAJA HIPEREUTEKTOID

Baja dipanaskan pada temperatur austenisasi yaitu sekitar 50ºC di atas garis A1 dan mendiamkannya pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu, kemudian diikuti pendinginan yang sangat lambat di dalam tungku

2. Spheroidizing

Prosesnya yaitu baja dipanaskan di bawah temperatur kritik A1 ; didiamkan pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu kemudian diikuti dengan pendinginan yang lambat

Tujuan :

  • Mengubah karbida-karbida yang berbentuk lamelar pada perlit dan sementit sekunder menjadi karbida berbentuk bulat
  • Memperbaiki mampu mesin dan mampu bentuk

3. Normalizing

Proses : baja dipanaskan 30-40ºC di atas garis A3 (baja hipoeutektoid) atau 30-40ºC di atas garis Acm (baja hipereutektoid); didiamkan pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu, dan selanjutnya didinginkan di udara

Tujuan :

  • Memperhalus butir
  • Memperbaiki mampu mesin
  • Menghilangkan tegangan sisa
  • Memperbaiki sifat mekanik baja karbon struktural dan baja paduan rendah

Aplikasi:   produk cor, over-heated forgings dan produk-produk tempa yang besar

4. Stress Relieving

Proses: baja dipanaskan sampai ke temperatur sedikit di bawah garis A1 dan menahannya untuk jangka waktu tertentu dan kemudian didinginkan di dalam tungku sampai ke temperatur kamar. Proses ini tidak menimbulkan perubahan fasa kecuali rekristalisasi

  • Tujuan :
  • Menghilangkan tegangan-tegangan yang ada di dalam benda kerja
  • Memperkecil distorsi yang terjadi selama proses perlakuan panas
  • Mencegah timbulnya retak

5. Hardening

Proses: baja dipanaskan sampai temperatur austenisasi dan menahannya untuk jangka waktu tertentu dan kemudian didinginkan dengan laju pendinginan yang sangat tinggi atau di-quench. Proses ini tidak menimbulkan perubahan fasa kecuali rekristalisasi.

Tujuan :

  • Meningkatkan kekerasan
  • Meningkatkan ketahanan aus

Temperatur Austenisasi:

  • Baja Hipoetuketoid : 20-50ºC di atas garis A3
  • Baja Hipereutektoid : 30-50 ºC di atas garis A1

Pada temperatur austenisasi untuk baja hipoeutektoid terjadi transformasi fasa dari ferit + perlit è austenit. Quenching:  austenit è martensit

Jika baja eutektoid didinginkan secara cepat dari fasa austenit sehingga pendinginan tidak memotong bagian “hidung” (nose) dari kurva Time Temperature Transformation (TTT) maka akan terbentuk struktur martensit pada suhu dibawah 220ºC

Martensit: Larutan padat lewat jenuh C di dalam ferit dan bersifat metastabil

Picture4

Transformasi austenit-Martensit

  • Struktur martensit tergantung %C pada baja
  • Transformasi tidak berlangsung secara difusi (diffusionless) karena transformasi berlangsung cepat sehingga atom-atom tidak mempunyai waktu untuk bergerak
  • Selama transformasi berlangsung tidak terjadi perubahan fasa antara fasa induk (austenit) dengan fasa baru (martensit)
  • Struktur kristal yang terbentuk oleh transformasi martensit akan berubah dari struktur bcc menjadi body centre tetragonal (bct)
  • Transformasi martensit pada baja mulai pada suhu Ms dan berakhir pada suhu Mf

6. Tempering

Proses : baja dipanaskan di bawah suhu kritis (A1), dipertahankan pada waktu tertentu, dan diikuti pendinginan di udara.

Tujuan :

  • Mengurangi kerapuhan/kegetasan akibat proses hardening (pengerasan)
  • Menurunkan kekerasan, kekuatan dan ketahanan aus
  • Meningkatkan keuletan dan ketangguhan

 

 

 

 

Pengaruh Unsur Paduan Terhadap Baja

Alloy

 

1. Carbon (C)

  • Meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik baja
  • Menurunkan kekuatan impak dan keuletan

2. Mangan (Mn)

  • Meningkatkan kekuatan dan kekerasan
  • Meningkatkan mampu keras baja
  • Meningkatkan ketahanan terhadap abrasi
  • Memperbaiki kualitas permukaan karena Mn dapat mengikat S

3. Silicon (Si)

  • Menaikkan kekerasan dan elastisitas
  • Menurunkan kekuatan tarik dan keuletan
  • Si dan Mn unsur yang selalu ada pada baja

4. Chrom (Cr)

  • Membentuk karbida khrom – keras & kuat
  • Meningkatkan ketahanan korosi
  • Meningkatkan mampu keras, kekuatan tarik, ketangguhan, dan ketahanan abrasi

5. Nikel (Ni)

  • Meningkatkan kekuatan dan ketangguhan
  • Menurunkan temperatur eutektoid baja bahkan sampai ke temperatur yang efektif untuk proses quench
  • Memperbaiki ketahanan korosi
  • Tidak membentuk karbida dan tidak berpengaruh terhadap kekerasan

6. Molybdenum (Mo)

  • Meningkatkan mampu keras
  • Meningkatkan ketangguhan dan ketahanan mulur
  • Meningkatkan ketahanan baja pada temperatur tinggi
  • Menurunkan kerentanan terhadap temper embrittlement pada baja

7. Wolfram (W)

  • Membentuk karbida kompleks (M23C6, M7C3); M = (Fe, Cr, W, Mo, V)
  • Meningkatkan kekerasan, ketahanan abrasi, kekuatan meskipun pada temperatur tinggi

8. Vanadium (V)

  • Pembentuk karbida kuat & stabil
  • Dengan penambahan 0,04-0,05% V mampu keras karbon medium naik
  • Pada baja perkakas, V menaikkan kekuatan tarik dan batas mulur